Ucapan Salam
Perintah Mengucapkan Salam
Tuhan di dalam Quran mengajarkan orang-orang beriman untuk mengucapkan salam hormat kepada sesama. Salam diucapkan ketika akan memasuki rumah orang lain (bertamu),
”Wahai orang-orang yang telah beriman, janganlah memasuki rumah-rumah selain dari rumah kamu, sehingga kamu meminta izin dahulu dan memberi salam kepada penghuninya; itu lebih baik bagi kamu, mudah-mudahan kamu mengingat.” (Quran 24:27)
ketika dikunjungi/didatangi,
”Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami telah datang kepada kamu, katakanlah, ’Damai atas kalian’....” (Quran 6:54)
ketika bertegur sapa,
”Hamba-hamba Yang Pemurah ialah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati, dan yang apabila orang-orang yang bodoh berucap kepada mereka, mereka berkata, ’Damai’” (Quran 25:63)
maupun ketika akan meninggalkan pertemuan.
”Apabila mereka mendengar percakapan yang sia-sia, mereka berpaling darinya, dan berkata, ’Bagi kami pekerjaan-pekerjaan kami, dan bagi kamu pekerjaan-pekerjaan kamu. Damai atas kalian!....” (Quran 28:55)
Salam hormat yang diperintahkan Tuhan untuk digunakan oleh orang-orang beriman adalah salam hormat yang berasal dari-Nya.
”... berilah salam hormat kepada sesama kamu dengan salam hormat dari sisi Tuhan, yang diberkati dan baik. Begitulah Tuhan menjelaskan kepada kamu ayat-ayat, mudah-mudahan kamu menalar.” (Quran 24:61)
Sebagaimana kita ketahui dari beberapa ayat Quran, salam hormat yang diajarkan Tuhan itu adalah ”damai atas kalian” (salaamun ’alaikum), ”damai atas kamu” (salaamun ’alaik), ataupun cukup ”damai” (salaam) saja. Bahasa apapun dapat kita gunakan sepanjang maknanya ”damai”.
Salam Hormat Tuhan, Malaikat, dan Penghuni Surga
Ucapan ”damai” bukan hanya digunakan oleh manusia di dunia ini saja. Tuhan, para malaikat, dan para penghuni kebun (surga) pun mengucapkan ”damai” sebagai salam hormat.
”’Damai!’ ialah ucapan dari Tuan yang Pengasih.” (Quran 36:58)
”Yang malaikat-malaikat mematikan sedang mereka berkeadaan baik, dengan berkata, ’Damai atas kalian! Masuklah ke kebun (surga) karena apa yang telah kamu kerjakan’.” (Quran 16:32)
”Seruan mereka di dalamnya, ’Engkau disanjung wahai Tuhan’, dan salam hormat mereka, ’Damai’, dan akhir seruan mereka, ’Pujian bagi Tuhan, Tuan semesta alam’.” (Quran 10:10)
Aturan Menyahut Salam
Tuhan mengajarkan kita agar menyahut salam hormat dengan salam hormat yang lebih baik, atau minimal sama. Apabila seseorang menyapa kita dengan salam hormat tidak sebagaimana yang diajarkan Tuhan, misalnya ”selamat pagi”, maka kita dapat menyahutnya dengan salam hormat yang lebih baik yaitu ”damai” atau membalas dengan salam hormat yang sama.
”Dan apabila kamu dihormati dengan suatu salam hormat, maka berilah salam hormat yang lebih baik darinya, atau kembalikan ia; sesungguhnya Tuhan membuat perhitungan atas segala sesuatu.” (Quran 4:86)

<< Home